Tak Hanya Virus, Ternyata Stres Juga Bisa Menular

Ungkapan stres sering ditunjukkan untuk orang-orang yang dianggap hilang akal atau gila. Padahal, siapa pun bisa merasakan stres. Psikologi mengatakan stres merupakan respon tubuh karena tidak seimbangnya antara tuntutan dan kemampuan memenuhinya.

Sebenarnya, stres bukan suatu hal negatif lalu dihindari. Hal ini normal sebagai bentuk adaptasi tubuh terhadap lingkungannya. Namun, stres akan berakibat buruk jika cara meresponnya tidak sehat dan destruktif (bersifat merusak).

Contoh

Pegawai baru yang mendapatkan tugas dari atasannya tetapi belum memahami penyelesaiannya. Rasa stress akan mendorong ia untuk bertanya pada senior lalu menyelesaiannya tugas tersebut, terjalin juga komunikasi baik dengan seniornya.
Beda cerita jika rasa stresnya malah membuat ia merasa tidak pintar atau tidak berguna. Mau bertanya tidak berani karena minder, akhirnya tugas tak terselesaikan tepat waktu.

Setiap orang bisa mengalami stres dengan gejala yang berbeda, begitu pula penangannya. Hal inilah menjadi penyebab stres bisa menulari orang lain atau tertular stres dari orang lain.

Menularkan atau Tertular?

Ada ratusan bahkan ribuan hal yang memicu stres saat beraktivitas sehari-hari. Omelan orang terdekat, dimarahi atasan, pengendara yang ugal-ugalan, antran diserobot, teman kantor bermuka masam, tugas tambahan, komputer rusak, utang, angsuran, tagihan, dan masih banyak lagi.

Ketika pikiran dan hati merasakan stres, penglihatan terhadap dunia pun memakai ‘kacamata stres’. Lalu dengan sadar menjadi sensitif dan marah-marah, badmood, bermuka masam, menyerobot antrean, membentak teman bahkan anak, omelan keluar kemana-mana, sampai kucing bermuka polos pun terkena omelan.

Tanpa sadar, efek stres tersebut menjadi penyebab stres orang lain. Kemudian efek stres orang lain berlanjut ke orang lain lagi, terus begitu hingga menjadi wabah stres.

Bagaimana cara menghentikannya?

Cara terbaik menghentikan penularan stress adalah dengan berusaha tidak terpancing menjadi stres. Misal pun tertular, berusahalah untuk mengatasinya bukan malah menularkannya. Bisa dengan tertawa atau berlari. Keluarkan semua stress dengan bijak.
Cara lainnya dengan mengakui emosi stres tersebut, ungkapkan juga kepada orang-orang sekitar agar mereka memposisikan dirinya dan bersiap-siap berlindung dari wabah stress.

Menghentikan wabah stress bisa jadi salah satu hadiah berharga yang dapat diberikan kepada sesama. Hadiah ini akan memberikan manfaat kepada semua orang terdekat seperti kekasih, anak, rekan kerja, dan semua orang pemicu stres.

Mari bersama menciptakan lingkungan tenang, damai, dan menyenangkan. Stres memang tidak bisa dihindari tetapi bisa disapa dengan ramah.

Baca juga Stres itu baik, ia datang dengan sopan

Referensi
Santosoputro, Adjie.2018.Sejenak Hening.Solo:PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri

#SquadBloggerODOP


Written by

Leave a Reply