Kerja Keras saja Tidak Cukup. Ini 5 Tips Mencapai Kesuksesan dalam Dunia Kerja

Saat sekolah, tolak ukur sukses ketika para pelajar belajar dengan rajin agar naik kelas. Ada juga kesuksesan diakui saat belajar keras agar mendapat peringkat teratas. Lulus dengan nilai sempurna lalu mendaftar kerja.

Para pelajar terbiasa mencapai kesuksesan dengan belajar keras saja. Akhirnya membayangkan dunia kerja sama kerasnya dengan sekolah. Asal kerja keras saja, kenaikan karir pasti sebagai hadiah.

Realitanya, dunia kerja penuh dengan ambisi dan kompetisi. Kesuksesan tak cukup hanya dengan bekerja keras. Ada lingkungan tak berhati yang tak cukup dihadapi dengan bekerja keras. Relasi orang dalam tak bisa dilawan dengan nilai akademik sempurna. Belum lagi omelan atasan  datang di waktu yang tidak diiinginkan.

Keadaan fisik kelelahan, mental penuh tekanan, sudah menjadi makanan di dunia kerja. Teman seperjuangan yang lebih dulu naik karir menjadi pemandangan tragis yang harus diterima dengan ikhlas.   

Begitulah dunia kerja. Kerja keras saja tidak cukup untuk menaikan karir teratas. Berikut ada beberapa tips mencapai kesuksesan dalam dunia kerja.

1,Memilih Kolam yang Tepat

Kolam yang tepat bukan tentang kemampuan diri yang sesuai dengan pekerjaan. Tetapi lingkungan yang berisi semua orang-orang yang bekerja dalam pekerjaan tersebut. Ada tempat kerja dengan lingkungan baik, menaikan karir dan gaji atas usaha dan dedikasi.

Banyak juga lingkungan kerja yang buruk.  kecurangan menjadi strategi handal menaikan jabatan. Banyak aturan yang dilanggar, mencuri kerja keras teman, atau menjatuhkan demi mendapatkan muka atasan.

Ada juga lingkungan campuran. Teman yang baik tetapi atasan yang tidak bijak. Bisa juga sebaliknya. Diantara ketiga lingkungan tersebut, temukan lingkungan yang tepat dan sesuai dengan kesuksesan yang ingin dicapai. Kesesuain lingkungan akan memudahkan mencapai kesuksesan dari pada lingkungan yang tidak tepat.

2. Memberi Bantuan dengan Kerjasama

Bekerjasama artinya saling memberi bantuan. Titik pentingnya pada orang pertama yang menawarkan bantuan. Ia seperti mengajak orang dengan cara halus sehingga kerjasama adalah kunci menumbuhkan perasaaan timbal balik.

Orang-orang menyukai pemberi kebaikan pertama. Lalu kebanyakan akan tertular kebaikanya. Begitu pula seorang atasan lebih memperhatikan pemberi bantuan karena memiliki inisiatif dan persuasi pengambilan hati teman-temanya.

3. Mementingkan Diri Sendiri

Meski memberi bantuan itu baik namun berilah batasan. Orang yang terlalu baik biasanya dimanfaatkan. Berani berkata tidak ketika kewalahan. Atur waktu kapan berkata tidak. Tetap prioritaskan diri sendiri karena berbuat baik menghabiskan energi.

4. Pastikan Kerja Keras itu Dilihat Orang

Dilihat orang tidak diartikan pamer. Hal ini lebih seperti mempromosikan diri. Memperlihatkan pada orang memang perlu tahu pencapaian yang dimiliki seperti kepada atasan.  

Kadangkala atasan sangat sibuk, ia tidak punya waktu memperhatikan pencapaian setiap pekerja. Kirimlah laporan setiap minggu sekali. Tulislah hal-hal yang bagus meskipun bukan hal yang hebat. Saat atasan merundingkan kenaikan karir atau gaji, tulisan yang terkirim mengingatkan atasan ada pekerja yang bekerja dengan baik.

5. Mengampuni

Ketika suatu kesalahan terjadi bersikaplah mengampuni. Baik kepada orang lain maupun diri sendiri. Kesalahan ada untuk diperbaiki, bukan untuk dihakimi atau disesali.

Terutama untuk diri sendiri, kekalahan atau pun kesalahan adalah pengalaman. Hal yang dilakukan belajar dan perbaiki.

Hal yang paling sulit lagi menerima kesalahan orang lain yang berdampak buruk pada diri sendiri. Entah itu pimpinan atau rekan setim. Ketika hal itu terjadi, menerima itu lalu mencari cara untuk memperbaiki.

Kelima cara tersebut berdsarkan tulisan Eric Barker di bukunya yang berjudul “Mendaki Tangga yang Salah”. Setap orang punya cara yang berbeda-beda. Temukan cara yang sesuai dengan caramu. Cobalah dan terus perbaiki. Selamat mencoba.

#ODOPBatch7

Written by

Leave a Reply