Sajak Air Mata

Perihnya di hati, netesnya di pipi. Membasahi luka, membuatnya menganga. Tak bisa dihindari hanya dinikmati. Berharap segera pergi dan tak usah kembali lagi.

Suka bahagianya tak siap kepedihanya. Katanya akan datang pelangi. Ternyata hanya ilusi untuk menghibur diri. Lalu menutup diri dari datangnya kebahagiaan hati.

Kesedihan pun bercerita. Melalui air mata yang masih tertahan. Memberitahukan kebenaran tentang bahagia. Tak ada kebahagiaan abadi. Kesenangan yang datang hanya ilusi dari duka yang sudah diterima hati.

Biarkan air mengalir dari sudut mata. Biarkan mulut bersuara. Keluarkan semua ocehan. Luapkan semua keluhan. Tak untuk menjemput bahagia hanya sekadar membuat lega.

Luka ada untuk teman akal. Mengajaknya berputar, terjatuh, lalu menyadarkan. Semua hal tentang kesedihan akan menjadi kekuatan. Seperti pisau yang diasah agar tetap tajam.

#ODOPBatch7

Written by

Leave a Reply