Kisah Seorang Penulis: Jangan Berusaha

Penulisan ulang dari sepenggal bab dari buku yang berjudul “Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat”

Cerita ini diawali dengan kisah seorang penulis bernama Bukowski. Dia memang penulis, penulis yang karyanya selalu ditolak di hampir semua majalah, koran, penerbit yang pernah dihubunginya.

Ketika tumpukan surat penolakan dengan komentar pedas bertambah tinggi, dia depresi, beban dari kegagalan yang dia alami mendorongnya kedalam depresi yang sangat dalam.

Kesehariannya, ia bekerja sebagai penyortir surat di sebuah kantor pos, gajinya sangat rendah, dan hampir seluruh uangnya dihabiskan untuk minuman keras. Kadang ia berjudi, kadang minum sendirian, kadang menuliskan puisi dimesin ketik usang, dan sering sekali pingsan semalaman karena mabuk.

Hampir 30 tahun  seluruh waktunya berjalan tanpa arti. Diusia 50 tahun ia merasa gagal dan membenci diri sendiri. Lalu datang seorang editor menawarkan satu kesempatan, bukan kontrak dengang uang tinggi atau penjualan buku yang menjanjikan melainkan 1 peluang.

“Saya hanya memilih 1 dari 2 pilihan, tetap bekerja dan bakalan sinting atau keluar dari sini menjadi penulis dan kelaparan. Saya lebih memilih kelaparan saja”.

Setelah menandatangani kontrak, dia menulis novel pertamanya tentang dedikasi untuk tak seorang pun dengan judul post office. Di akhir cerita ia pun  berhasil menerbitkan 6 novel  dengan penjualan lebih dari 2 juta kopi.

Meski terkenal, dulunya dia adalah pecundang, sekarang pun ia menerima dirinya adalah pecundang. dia berhasil bukan karena kegigihanya melawan segala rintangan dan sukses menjadi terkenal, namun dari kenyataan bahwa ia tahu kalau dirinya pecundang. Ia menerima dirinya sepenuhnya terutama mengakui hal-hal yang paling buruk yang ada pada dirinya dan membagikan perasaaanya tanpa segan.

Begitulah kisah penulis dari bab awal karya Mark Manson. Kesimpulan dibab awal ini yaitu Mark Manson ingin berkata sebelum bersikap bodo amat, sadari dan akuilah kekurangan diri sendiri. Lalu bergeraklah bersama kekuranganmu.

#ODOPBatch7

Rekomendasi untuk Kamu
Alasan Siswa Berprestasi bukan Orang Mengubah di Dunia

Written by

Leave a Reply