Kesalahpahaman siswa dan guru tentang Kuota Unlimited Aplikasi Social Media

Selama pandemik covid-19 pemerintah mengeluarkan kebijakan pendidikan berupa belajar dari rumah. Guru dan siswa tak bisa tatap muka secara langsung. Proses belajar-mengajar dilaksanakan melalui daring dengan bantuan alat smartphone, laptop, dan internet.

Bagi orang tua yang berekonomi kecukupan, belajar daring tentu tidak masalah. Namun beda cerita dengan orang tua yang tak bisa memberikan fasilitas penuh misal kuota internet. Ada beberapa ngikut ke tetangga yang punya jaringan wifi atau menghemat pemakain kuota.

Berbicara tentang kuota, terjadi kesalahpahaman antara guru dan siswa yang belajar dari rumah dengan bantuan jaringan internet.

Terkadang, guru memberikan soal atau kuis melalui google form. Lalu, siswa ditugaskan mengisi kuis tersebut dengan waktu yang sudah dibatasi. Saat tenggat waktu tiba, ada beberap siswa yang belum juga mengisi kuis. Guru itu pun bertanya kepada siswa tentang kendala keterlambatan tersebut.

“Saya tidak punya kuota Bu.’’ Begitulah kebanyak penjelasan siswa. Beberapa saat kemudian guru menemui siswa tersebut  beraktivitas like, share, make story di sosial media. “Katanya tidak punya kuota tapi bisa Instagram dan WhatsApp,’’ geramnya.

Terjadilah kesalahpahaman karena kurangnya ketidaktahuan tentang jenis-jenis kuota.

Layanan pemberi jaringan (provider) menyediakan jenis-jenis paket kuota. Ada yang sepaket terdiri dari kuota utama dan unlimited youtube, ada juga kuota utama unlimited sosial media seperti WhatsApp, fascebook, dan Instagram.

Perbedaan jenis kuota ini memberikan pilihan kepada konsumenya sesuai dengan kebutuhan. Ketika siswa membeli paket unlimited aplikasi social media, ada batasan penggunana kuota utama namun unlimited unutk social media.  Jadi, saat kuota utama habis siswa tidak bisa mengakses google form atau browser tetapi bisa mengakses social media dan youTube. Begitulah mengapa banyak siswa masih bisa akses social media namun tak bisa mengisi google form.

Bagi guru yang sudah PNS dan berkecukupan, jarang yang tau dan memahami tentang jenis-jenis paket kuota ini. Bahkan ada guru yang tidak tahu. kemudian menimbulkan kesalahpahaman. Ketidaktahuan tersebut menimbulkan komentar dari guru “Katanya tidak punya kuota tapi bisa akses Instagram dan WhatsApp.’’

#SquadBloggerODOP

Written by

Leave a Reply