Rezeki Tak Akan Tertukar tetapi Bisa Berputar

Ada hal unik ketika aku memperhatikan gaji saat mencair. Waktu itu disebuah artikel ada sebuah kalimat yang menggelitik.


“Sebagian rezeki yang kita miliki adalah rezeki orang lain”

Begitu uniknya, inginku ulas dalam cerita dan kubagikan lagi di tulisan ini.

Mari kita urutkan. Seorang Bos toko pakaian mencairkan gaji beserta bonus penjualan kepada karyawanya.

Lalu, si karyawan membeli beras di warung tetangga, ia melihat kotak sedekah di warung dan mengisinya. Tetangga mendapat rezeki dari untung penjualan beras  sedangkan Si kotak diambil sang pemilik panti asuhanuntuk membeli beras.

Si pemilik panti masih memiliki uang lebih. Ia teringat beberapa baju anak panti sudah tak layak pakai, kemudian ia pergi membeli baju ke toko pakaian. Secara tidak langsung, gaji Si karyawan telah sampai ke toko pakaian Si Bos. Uang gaji itu pun akhirnya menjadi rezeki Bos pakaian.

Di toko yang sama, tetangga penjual beras membeli baju dengan uang dari keuntungan yang didapatnya tadi. Hari itu, keuntungan lebih besar dari biasanya, Si Bos pun memberikan beberapa bonus kepada karyawanya. Si Karyawan senang, Ia mendapatkan uang lebih dan berencana pergi ke panti asuhan untuk amal.

Runtutan perjalanan gaji tadi hanya karangan akal, kenyataanya pasti lebih tak masuk akal karena  rezeki sudah diatur olehNya yang tak mampu dipikir oleh akal. Berusaha dan berdoa adalah supir rezeki kita, jangan lupa menyisihkanya untuk sesama sebagai bekal saat meninggalkan dunia.

Edited

Written by

Leave a Reply