Lulusan SMP Menjadi Profesor Pisang

Hai teman senja, sudah kenalkah dengan profesor pisang? Ia adalah salah satu korban selamat dari gempa Bantul. Berawal dari profesinya sebagai petani sejak tahun 1992an, ia mencoba segala hal untuk terus meningkatkan produknya.

Mekipun lulusan paket B. Usahanya menuai hasil hingga penemuanya diakui oleh ilmuan tingkat internasional hingga diundang menjadi pemateri di Italia.

Namanya Lasiyo, setelah bencana gempa bumi yang memakan banyak korban, ia fokus menanam pisang. Tanaman ini bisa bertahan hidup pada tanah yang kekurangan air, saat pengairan pun cukup tanah terlihat basah dan air tidak menggenang. Selain itu, masa panen pisang hanya 3-4 bulan, alasan itulah menjadi minat Lasiyo terus mengembangkan budidayanya.

Setiap usaha pasti ada titik macet, jatuh bangun telah ia rasakan, panen yang tak memuaskan, pohon yang gagal berkembang telah dialaminya berulangkali. Meski begitu, Ia terus mengatasi masalah tersebut dengan mencoba segala cara pupuk dan pestisida. Akhirnya, ia menemukan pupuk dan pestisida dari paduan bahan bawah merah dan kucai.

Pencapaianya tersebut sangat membantu Lasiyo saat memohon kepada lurah setempat agar pembibitan pohon pisangnya bisa difasilitasi. Atas kegigihanya setelah 2 tahun lahirlah Perda tentang penanaman pisang yaitu “Barang siapa yang menanam pisang satu keluarga itu lebih dari 50, akan didukung dana satu batangannya 5000 rupiah”. Ada juga fasilitas pelatihan yang banyak diadakan seperti pembenihan, pemasaran, pengolahan hasil panen, hingga pengemasan produk.

Lasiyo juga melakukan banyak uji coba yang menghasilkan bioaktivator alami, zat pengatur tumbuhan, pestisida nabati. Produk yang sudah jadi dikemas dalam botol plastik sehingga bisa dipasarkan ke warga sekitar. Semua produk tersebut digunakan untuk menjaga kelestarian ragam jenis pisang dengan budidaya berbasis ramah lingkungan.

Produk-produk yang ia buat membantu meningkatkan kualitas hasil panen bahkan bisa mempersingkat masa panen dari 4 bulan menjadi dua bulan. Para ilmuan berbagai negara sangat tertarik dengan produknya. Beberapa ilmuan dari Australia, Thailand, Belanda, Jepang, Afghanistan, hingga Italia berkunjung ke rumah Lasiyo untuk mengamati secara langsung caranya membudidaya pisang dengan bantuan produk tersebut.

Lasiyo pun diundang ke italia untuk menghadiri konferensi para peneliti yang dihadiri 70 negara. Hal yang ia sesalkan adalah ketidakmampuanya berbicara bahasa inggris.

Keberhasilan yang ia raih tak lepas dari dukungan pemerintah, terutama dirinya sendiri yang terus mencoba dan mencoba. Tak ada usaha yang sia-sia, sekecil apapun bentuknya pasti ada hasilnya. Begitu juga jika ingin hasil yang besar, maka teruslah mencoba segala hal, teruslah berproses, teruslah berjalan hingga di titik yang engkau anggap hasil besar.

#ODOPBatch7 #onedayonepost

#Tantangan01 #Basah #Macet #Plastik

Sumber gambar dan refrerensi

ritxindonesia.com

boombastis.com

Written by

Leave a Reply