Hanya Mengaku Cinta

Majnun, gelar yang disematkan pada seorang pria yang sangat mencintai Laila. Ia mencintai semua hal tentang Laila. Seperti mencintai kota tempat tinggalnya sampai dinding sekolah tempat Laila belajar.

Suatu hari, si Majnun melihat Anjing yang tinggal di kota Laila. ia pun mengikuti anjing tersebut berharap bisa menuntunnya  bertemu dengan Laila. Si Majnun sangat fokus membuntuti anjing tersebut sampai tak sadar ia melewati orang yang sedang shalat berjamaah. Si Anjing berlarian seperti tanpa tujuan, bolak-balik di tempat yang sama.

Beberapa menit kemudian, Salah satu jama’ah yang telah menyelesaikan shalatnya, menegur Majnun.
“Hey Majnun, apa yang kamu lakukan dengan membuntuti anjing itu, mengapa tadi kamu tidak langsung bergabung shalat berjama’ah bersama kami?” katanya
Majnun menoleh dengan kaget “Saya terlalu fokus pada anjing ini, saya tidak sadar ada kalian yang sedang shalat berjama’ah” jawabnya
Majnun pun bertanya “Lalu bagaimana engkau tau kedatanganku, padahal engkau sedang shalat?”

Begitulah cinta. Menjadi fokus hanya apa yang dicintainya. Seekor anjing hanyalah perantara untuk mengantarkan si Majnun ke Laila.  Namun Majnun tetap fokus walau hanya perantara. Ia tidak memalingkan pandangan karena berharap dengan mengikuti anjing Ia bertemu dengan Laila.

Sama juga seperti shalat, merupakan salah satu  perantara hamba untuk bertemu kepada sang pencipta. Namun banyak orang yang memandang sekadar kewajiban saja. Mengaku cinta namun  merasa berat melakukan shalat. Bahkan mengabaikan panggilan, lebih asyik dengan dunia yang tidak kekal.

#ODOPBatch7

Written by

Leave a Reply