Takdir Rena 1

Aku anak pertama dari tiga saudara. Perempuan satu-satunya sekaligus ibu dari dua adik. Kami tinggal di gubuk tua bersama bapak yang sudah mulai beruban. Sedangkan ibu kami sudah lama tak kelihatan. Bahkan aku mulai lupa dengan wajah cantiknya. Hanya tertinggal kenangan sakit saat aku berlari mengejar mobil yang ditumpanginya.

Ketika matahari mulai mengintip di sela fajar, dapur tetangga sudah menebarkan aroma yang membuat perut lapar. Sangat berbeda dengan dapur kami yang masih dingin. Tak sepiring pun terlihat makanan, hanya dua botol air bening hasil yang kotoranya sudah mengendap.

“Bapak berangkat dulu ya … Semoga siang hari bisa pulang membawa makanan.” Kata bapak sambil mengusap lembut kepalaku yang mengangguk.

“Kak … Aku lapar” kata Seta adiku paling kecil. “Ayo kita cari makan, tolong bangunkan Angga, kita berangkat bersama-sama” jawabku sambil tersenyum.

Sinar matahari mulai terasa hangat. Sudah 2 km kita berjalan memeriksa setiap tong sampah depan rumah barangkali ada makanan sisa yang dibuang. Namun, hanya sayuran busuk dan sampah plastik yang menumpuk.  Langkah kecil kami mulai lelah. Aku pun memutuskan istirahat di bawah pohon tanam dengan semak-semak yang rindang. Kulihat wajah kedua adiku mulai pucat. Terlihat sekali mereka sangat kelaparan.

Perutku juga mulai tak sabar. Kurebahkan punggungku ke semak-semak sambil memikirkan cara mendapat sesuap makanan. “Kresek …” terdengar bunyi plastik yang tak sengaja tersentuh punggungku. Aku mengambil bungkusan plastik yang ukuranya lumayan besar itu. Ternyata ada tas punggung berwarna hitam yang masih bagus.

“Bisa dijual atau ditukar makanan” batinku sambil membuka tas mengecek kondisinya. Aku seperti mimpi. Ada segepok uang ratusan ribu di dalam tas. Tanganku meraba-raba uang yang tak pernah kulihat sebanyak itu.  Ada juga kartu identitas lengkap dengan alamatnya.

Hatiku bimbang. Uang ini bisa untuk membeli makanan bertahun-tahun. Adiku tak akan kelaparan lagi. Bahkan bisa sekolah seperti teman-teman yang lain. Bisa membeli obat untuk bapak juga. Banyak hal yang bisa kulakukan dengan uang ini. Namun, nuraniku ingin mengembalikan uang tersebut kepada pemiliknya.

#ODOPBatch7 #LastChallange #Episode1

Lanjut baca episode 2

Written by

Leave a Reply