Takdir Rena: Episode Terakhir

Tiba-tiba bayangan tuan Bandi melintas di otaku. Ternyata ia bukan manusia biasa. Seekor raja kera sedang memohon bantuanya. Ia memohon agar tuan Bandi menjaga putrinya sementara waktu tinggal di dunia manusia agar tetap aman. Tuan Bandi menyetujui permintaan tersebut dengan syarat kepemilikan pulau kera.

Raja kera setuju. Ia akan menjemput putrinya setelah perang usai. 20 tahun berlalu, sang putri tumbuh menjadi gadis yang cantik. Kehidupannya pun sangat damai hingga musuh raja kera menyerang kediaman tuan Bandi.

Kondisinya sangat berbahaya bagi sang putri. Satu-satunya cara menyelamatkanya dengan menikahi pemuda manusia. Bertemulah sang putri dengan ayah Rena. Aura manusia melindungi sang putri dari musuh raja kera. Mereka pun pergi dari rumah tuan Bandi agar musuk tidak menemukan jejaknya lagi.

Sang putri berhasil terlindungi namun malang tak bisa dihindari. Saat Adik terkecil Rena lahir, musuh menemukan sang putri. Ia pun dibawa paksa pergi oleh musuh. Perkelahian sengit pun terjadi di rumah tuan Bandi yang akan menolong sang putri. Namun, sang putri tetap terbunuh. Sebelum nyawanya melayang, ia sempat meninggalkan pagoda putih di ruangan terkunci milik tuan Bandi berharap ada anaknya yang menemukannya.

Saat itu, tuan Bandi sedang sekarat. Ia hanya mendengar pesan dari sang putri untuk menemukan anaknya. Sejak saat itu tuan Bandi menjadi pemilik salah satu pulau kera. Ia merasa bersalah dan berjanji menemukan anak sang putri.

Ketika tuan Bandi berhasil menemukan Rena, ia sangat senang sekali. Ia langsung mengabari raja kera untuk mengirim Rena ke pulau kera. Pengantaran Rena juga sangat rahasia. Ia juga menggunakan strategi Pra bawahanya terpercaya untuk menurunkan Rena di hutan kera.

“Begitulah cerita lengkapnya tuan putri, Raja kera sudah tidak sabar menunggu kedatangan anda” kata Kera tadi.

“Lalu bagaimana dengan ayah dan adik-adiku?”tanyaku yang sudah tak heran karena cerita tadi sama dengan di buku dalam pagoda.

“Tuan putri tidak perlu khawatir, pengawal yang lain juga sedang menjemput pangeran dengan strategi yang berbeda pula” jawabnya.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan perjalanan penjemputan tuan putri dan pangeran. Perang memang sudah dimenangkan raja kera namun musuh masih mengintai. Demi keselamatan tuan putri kami memakai strategi begini” jelas kera putih yang lain.

“Baiklah, ayo berangkat” jawabku sambil tersenyum.

#ODOPBatch7 #LastChallange #Episode 7 end.

Written by

Leave a Reply