Takdir Rena 6

Episode 6
Aku setuju dengan memohon agar diizinkan mengirim surat ke keluargaku agar tidak khawatir. Ingin sekali aku bertanya tentang ruangan misterius yang ada di gudang. Saat suaraku keluar ia berkata “Aku tahu kamu penasaran dengan ruangan dan pagoda keemasan. Kamu akan tahu detailnya saat sampai di lokasi kerja.”
Pagi-pagi sekali aku sudah di dalam mobil mewah. Sopir bernama pak Praja mengantarku ke tempat kerja. Katanya perjalanan butuh waktu sepuluh jam. Aku diantarnya ke sebuah pulau pribadi milik pak Bandi.

“Apa nama pulau itu Pak?” tanyaku

“Diamlah, nanti juga tahu sendiri” jawabnya tak ramah.

Aku cemberut lalu mengantuk. Saat terbangun, mobil sedang melintasi daerah hutan yang lebat. Beberapa menit kemudian. Mobil berhenti di pinggir jalan. Jalanya sangat sepi, gelap seperti mau malam.
“Turun sebentar Neng” kata pak Praja.

Aku menurutinya tanpa curiga. Hembusan angin bergerak dingin saat aku keluar dari mobil. Tiba-tiba mobil pergi meninggalkanku yang sedang berdiri mematung. Aku terdiam terkejut. Akalku berkata bahwa berteriak pun percuma.

“Hei.. Pak Prajaaa…” Teriaku reflek.  Hasilnya tetap percuma. Mobil mewah itu tidak kembali lagi malah menghilang di telan jalan sepi.

“Apa maksud semua ini” kataku pilu. “Bermula dari uang, lalu ruangan yang aneh, sekarang aku sendiri di hutan ini” pikirku sedih. Aku pun melangkah perlahan menapaki jalan. Berharap ada mobil yang datang.

Kakiku lelah melangkah, tenggorokanku kehausan, dan perutku lapar. Kuberhenti di pinggir jalan. Beberapa perpohonan bergerak-gerak disusul berbunyi berisik dari segerombolan kera. Semakin lama, bunyi berisik mendekat ke arahku. Aku mengerti akan ada bahaya tetapi memilih pasrah saja.

Seekor kera besar berbulu putih mendekatiku “ Kamu bernama Rena?” tanya dia datar.
“Iya” jawabku. Sengajaku menutup mata menyiapkan diri untuk risiko tertinggi. “Eh… kamu bertanya kepadaku?” tanyaku kepada kera seperti orang gila.

“Benar tuan putri. Kami telah lama menunggu kedatangan anda” jawabnya sambil menunduk.

“Hah? Aku? Kamu bisa bicara?” heran bercampur takut bercampur di otaku.

“Apakah Bandi tidak bercerita apapun?” tanya kera putih tersebut.

“Saya akan kirimkan kenangan agar anda tahu ceritanya” kata kera lain sambil jarinya menyentuh dahiku.

Tiba-tiba bayangan tuan Bandi melintas di otaku. Ternyata ia bukan manusia biasa. Seekor raja kera sedang memohon bantuanya. Ia memohon agar tuan Bandi menjaga putrinya sementara waktu tinggal di dunia manusia agar tetap aman. Tuan Bandi menyetujui permintaan tersebut dengan syarat kepemilikan pulau kera.

#ODOPBatch7 #LastChallange #Episode6

Lanjut baca episode terakhir

Written by

Leave a Reply