Solusi Penyelamatan Lingkungan adalah dengan Memusnahkan Manusia.

Sebuah solusi apik yang kudapatkan dari cuplikan anime berjudul Rewrite. Bercerita tentang dua kelompok yang bertentangan. Satunya ingin memusnahkan peradaban, lainnya meyelamatkan manusia. Namun bukan hal ini yang akan dibahas. Melainkan masalah lingkungan alam dan manusia.

Bermula dari masalah sampah hingga persediaan oksigen yang semakin menipis. Para ilmuwan, pemerintah serta manusia-manusia gencar mencari solusi yang paling efektif. Segala uji coba diterapkan, kepentingan pribadi juga terus diikutkan. Mengatasnamakan penyelamatan alam, manusia malah pelaku utama perusak lingkungan.

“Bukankah bisa ditarik kesimpulan, solusi penyelamatan lingkungan adalah dengan memusnahkan manusia” Kotarou

Pikirku, tak ada yang salah dengan kesimpulan itu. Toh, Alasan manusia meyelamatkan lingkungan demi bertahan hidupnya bukan demi rasa cintanya lingkungan. Jika mengaku cinta, pastilah memilih merawat bunga mawar daripada memetiknya.

Sadar tak sadar, rasa cinta manusia kepada alam tumbuh ketika lingkungan mulai menghilang. Saat udara bersih ada tak dijaga, pas sudah pergi digantikan polusi malah dicari. Tanah subur tak dirawat, disakitinya dengan segala macam pestisida, dianggapnya lebih baik, ternyata malah ikut tersakiti.

Manusia itu maunya apa?

Alam sudah menyediakan dedaunan yang lebar, tapi manusia menciptakan plastik agar memudahkan malah menyusahkan. Lebih parah lagi, plastiknya merugikan alam, menyiksa hewan. Menyumbat air menjadi banjir. Bukannya sadar malah menyalahkan satu sama lain.

Manusia terlalu menikmati karyanya yang dianggap revolusi. Mengelu-elukan kelebihan mengabaikan kekurangan. Awalnya hanya menyakiti alam menjadi menganiaya manusia lain. Seakan menganggap dirinya dewa, menginjak manusia yang ia anggap berkekurangan. Mencerca dan caci maki menjadi biasa. Sudah tak ada lagi kepedulian apalagi cinta.

Tuhan, beginikah yang disebut manusia?

#ODOPBatch7

Written by

Leave a Reply