Korban Tabrak Lari

Crasss ….!

Sebuah nyawa melayang. Meninggalkan raga yang tergeletak tak berdaya dengan usus berceceran. Mobil yang menabraknya pun tak berhenti melaju. Ia hanya melambat karena ban belakang sempat oleng ke kiri sedikit setelah menelindas perut, membuat isinya keluar berserakan di jalan.

Kakinya yang kecil bergerak-gerak kejang. Seakan sempat merasakan kesakitan sebelum nyawa berhasil pergi menghilang. Matanya terbelalak perlahan menutup. Tanganya seperti ingin melambai tapi tak berdaya. Energi mulai menipis lalu habis. Dadanya pun sudah terlihat tak berkembang kempis.

Ada pasangan yang mengendarai motor dibelakangnya. Mereka  hanya berteriak jijik. Menghindari mayat yang mulai tercium aroma amis. Jalan itu ramai. Banyak orang yang berlalu lalang. Tetapi tak ada yang menghiraukan. Hanya melirik sedikit seakan hal tersebut sudah biasa terjadi.

Kejadian tersebut bukan kesalahan pengemudi. Ada yang tiba-tiba menyabrang dengan berlari. Seperti sedang dikejar atau buru-buru, menyabrang tanpa menoleh kanan dan kiri. Bukanya berjalan dengan berhati-hati malah berlari dengan kecapatan tinggi. Jadi, memang bukan salah pengemudi.

Begitulah nasib tikus besar yang biasa disebut werok. Ukuranya lebih besar dibanding anak kucing remaja. Sering menjadi korban tabrak lari yang langsung mati di tempat. Bangkainya tetap di tegah jalan. Kadang sampai mengering atau gepeng karena banyak ban yang menelindasnya.

#ODOPBatch7

Written by

Leave a Reply