Biarkan Waktu, Menjadi Obat Mujarab Penyembuh Lukamu

Awalnya aku tak biasa.
Hidup hampa tanpa cinta .
Terpatung dalam kesendirian.
Kuhabiskan malam-malam panjang dengan ratapan nestapa.
Rembulan tak lagi mampu menjadi pelipur lara.
Dentuman lagu-lagu sendu turut menjadi saksi malam-malam yang sempat terasa kelabu.
Baitan nada bercita rasa pilu, turut membersamai jiwa yang semmpat dahaga akan bahaga.
Sampai pada akhirnya,
Senjaku datang bersama chococino hangat.
Merah jingga kepekatan langit turut membawa kesedihan berangsur menghilang, tertutup gelap malam berganti kerlip Bintang.
Tak ku nyana,
Barangkali apa saja bisa jadi pelipur, asalkan sedih turut kau luluh libur.
Tak usah hiraukan banyak suara di luar sana, yang hanya berkata kau pilu bagai hati tak bersenyawa. Nyatanya, apa yang mereka kata hanya membuat lukamu semakin menganga. Mereka yang pernah berujar bahwa kau adalah pecinta yang patah sayap hancur lebur dan susah lupa. Tak tau saja mereka, bagaimana rasanya pecinta di ujung rasa nestapa. Yang kamu butuhkan hanya waktu, sebagai obat mujarab racikan Sang Maha Cinta. ❤

-Septyaquwaisya-

Written by

Leave a Reply